Past Future Perfect tense

Grammar Bahasa Inggris By Neth Herman

Memahami Pengertian dan Kegunaan Past Future Perfect Tense.

Past Future Perfect Tense digunakan pada saat kita hendak mengungkapkan kejadian (bisa dalam bentuk niat semata, rencana, perkiraan untuk melakukan/menyelesaikan sesuatu) yang akan telah terjadi dimasa yang lampau - tapi, faktanya sekarang tidaklah terjadi. Dengan kata lain, kejadian itu benar-benar tidak terjadi sehingga kejadian tersebut hanya bersifat pengandaian atau berandai-andai (baca: conditional) sehingga tenses past future perfect tense ini seringkali digunakan dalam pola kalimat pengandaian Tipe ke-III (Conditional Sentence Type III).

Makna dari definisi diatas, yaitu: "akan telah terjadi dimasa yang lampau" maksudnya adalah:

"Kejadian tersebut sebelumnya memang telah direncanakan, diperkirakan atau diniatkan agar benar-benar bisa terjadi dimasa yang lampau, tapi sangat disayangkan - karena banyak faktor yang menghalangi, sehingga - kejadian yang telah direncanakan itu faktanya tidak terjadi, jadi rencana itu hanya tinggalah menjadi rencana semata dan tidak pernah terlaksana. Kesemua itu terjadi di waktu yang lampau/lalu (in the past time)." 

Contoh Situasi Kejadian:
(Situasi: Kamu baru saja pulang dari kuliah. Bersama teman-teman kuliah, kalian mampir di kantin seberang jalan dari kampusmu sekarang yaitu Kampus Swasta yang lumayan terkenal di Jakarta.)
Kemudian kamu terlibat obrolan bersama teman-temanmu sbb:

Shinta: "Kenapa ya sekarang dosennya jarang banget dateng?"
Rudi: "Gak tau tuh. Nyesel aku kuliah disini.
Kamu: "Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia, tapi gak diterima".
Shinta & Rudi: "Sama, abisnya, skor tes-penerimaanku gak cukup".

Kalimat /Dulu rencananya aku mau mendaftar di Universitas Indonesia/ adalah kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense yang dikuatkan//ditegaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu: /tapi, gak diterima/. Ungkapan dalam kalimat itu, faktanya: tidak terjadi --- buktinya, kamu sekarang tidak kuliah di Universitas Indonesia dan malah menjadi mahasiswa di universitas swasta tersebut.

Akhirnya "kuliah di Universitas Indonesia dan menjadi mahasiswa disana" hanya berupa khayalan saja, dan dengan menyatakan ungkapan tersebut berarti kamu sudah berandai-andai. Mengenai apa hambatannya yang membuat gagal menjadi mahasiswa disana tidaklah penting. Yang menjadi fokus perhatian adalah bahwa rencana dimasa lampau itu pada akhirnya --- atau faktanya --- tidaklah terjadi atau gagal.

Perhatikan ilustrasi berikut ini!

Past Future Perfect Tense | Pelg-grammar


Pola Kalimat Past Future Perfect Tense

Pola/struktur kalimat past future perfect tense terdiri atas 2 jenis pola dasar, yakni:

1. Past Future Perfect Tense: Pola Nominal Sentence

Subject + Would/Should + Have + Been + Complement

Contoh:
(+) You would have been late ..................
(-) You wouldn't have been late ..................
(?) Would you have been late ..................?

Catatan:
Pada pola kalimat negatif, tambahkan NOT pada kata bantu modal "would" dan bukan "have".
would + not = would not atau wouldn't.

Contoh penggunaan:
If you had reminded me, I wouldn't have been late.
(Andai saja dulu kau mengingatkanku, saya tidak akan terlambat).
Faktanya: saya telah terlambat 100%.

2. Past Future Perfect Tense: Pola Verbal Sentence

Subject + Would/Should + Have + Past Participle + Object/Adverb/Complement

Contoh:
(+) I would have attended the class.
(-) I wouldn't have attended the class.
(?)  Would you have attended the class?


Penjelasan:
Kata bantu yang digunakan pada Past Future Perfect Tense ini berupa: /would/ atau /should/ yang digabungkan dengan kata bantu berupa: /have/ dimana, semua bentuk kalimat --- baik nominal maupun verbal, dalam pola positive, negative, ataupun interrogative, dan untuk seluruh subject tetap menggunakan kata bantu "have" dan bukan "has". Dengan kata lain, kata bantu "has" tidaklah digunakan pada Past Future Perfect Tense ini, terkecuali pada kata bantu /would/ atau /should/ yang penggunaannya bergantung pada jenis subjectnya dan sama aturannya dengan tenses: Simple Future Tense (will/shall).


Past Perfect Tense dan Past Future Perfect Tense

Seperti yang telah disinggung diatas sebelumnya bahwa pola kalimat Past Future Perfect Tense seringkali digunakan bersamaan dengan Past Perfect Tense. Hal ini bertujuan agar kalimat yang mengandung Past Future Perfect Tense menjadi kontekstual alias lebih mudah dipahami dengan adanya keterkaitan kronologi dari kejadian lainnya yang terjadi sama-sama dimasa yang lampau.

Contoh:
I would have worked in this company if you had permitted me.
(Mungkin saya sudah bekerja di perusahaan ini andai saja kamu mengizinkan saya).


Pada contoh diatas, terdapat kata penghubung (conjunction) berupa: "IF" sebagai penegas adanya bentuk pengandaian dalam konteks tersebut yang terkait dengan kejadian lain (dalam bentuk: Past Perfect Tense) berupa: /if you had permitted me/.

Lihat dan baca kembali bahasan yang lalu mengenai:
a) Conditional Sentence Type 3, dan
b) Adverbial Clauses.


Past Future Perfect Tense: Penggunaan Adverb of Time & Conjunction

Adapun bentuk kata keterangan waktu (adverb of time) dan conjunction yang sering digunakan pada Past Future Perfect Tense ini mengikuti Past Perfect Tensenya.

Diantaranya adalah:

if .............
last ...........

yesterday,
tonight
before ..............
after .........

dsb.


Terkadang, bentuk Simple Past Tense dapat digunakan bersamaan dengan Past Future Perfect Tense.
Contoh:
They should have arrived on time before the program began.
(Mereka seharusnya sudah tiba tepat waktu sebelum acara itu dimulai).
Faktanya: tidak tiba atau tiba tapi tidak tepat waktu.

atau, hanya menggunakan pola Past Future Perfect Tense dengan Adverb of Time, contohnya berupa: "yesterday".
Contoh:
We should have followed the exam yesterday.
(Kita seharusnya sudah mengikuti ujian itu kemarin).

Penggunaan Modal Auxiliary Menggunakan Pola Past Future Perfect Tense

Contoh:
I might have been in USA.
(Mungkin saya sudah berada di USA).

I must have been successful.
(Pasti saya sudah berhasil).

You should have worked for PT.AA.
(Kamu seharusnya sudah bekerja di PT.AA).

She could have helped us.
(Bisa jadi dia telah membantu kita).

Penjelasan:
Penggunaan Modal Auxiliary dalam bentuk Past diatas memiliki fungsi dan makna yang sama dengan pola aslinya dari Past Future Perfect Tense, hanya saja menggunakan kata bantu modal lainnya sebagai variasi. Tapi, faktanya tetap tidak terjadi/gagal dan hanya berandai-andai semata.