Apa itu DO,DOES dan DID

Grammar Bahasa Inggris By Neth Herman

DO, DOES dan DID dalam grammar bahasa inggris memiliki fungsi/kegunaan yang sangat penting. Seakan-akan, ketiganya adalah hal yang berbeda. Padahal, DOES dan DID berasal dari satu kata, yaitu: DO. Lalu, apa status, fungsi dan kedudukan DO, DOES dan DID dalam pola kalimat bahasa inggris?

Kedudukan kata "DO" dalam Grammar Bahasa Inggris

DO (juga does dan did) termasuk dalam kategori: structural word sekaligus lexical word. Mengapa? hal ini disebabkan karena kata DO memiliki 2 (dua) status dalam membentuk pola kalimat, yakni:
  1. DO sebagai Kata Kerja Murni (Verb)
  2. DO sebagai Kata Bantu (Auxiliary).
  3. DO sebagai Kata Keterangan Kualitas (Adverb of Quality)

DO Sebagai Verb (Kata Kerja)

Bila DO sebagai kata kerja, maka DO pasti memiliki arti tertentu. Sebagai lexical word, DO memiliki arti: /melakukan/,/mengerjakan/ atau /lakukan/.

Misalnya:
I do the job.
(saya yang mengerjakan pekerjaan itu).

Let me do the duty!
(Izinkan saya mengerjakan tugas itu!)


DO Sebagai Auxiliary (Kata Bantu)

Bila DO sebagai kata bantu, maka DO ini termasuk structural word sehingga DO sebagai auxiliary tidak memiliki arti yang jelas.

Misalnya:
I do not need you.
(Saya tidak membutuhkanmu)

Do you need me?
(Apakah kau membutuhkanku?)

You need me, do not you?
(Kau membutuhkanku, bukan?)

DO Sebagai  Adverb of Quality

Bila DO sebagai kata keterangan qualitas atau Adverb of Quality, maka DO sama kedudukannya dengan kata keterangan kualitas lainnya semisal; very.

Misalnya:
I'm very happy.
(Saya sangat senang)

You do look happy.
(Anda benar-benar kelihatan senang/bahagia)

Catatan:
Sebagai adverb of quality, DO HANYA digunakan dalam pola kalimat VERBAL.

Perubahan Bentuk DO dalam Bahasa Inggris

DO mengalami perubahan sebagai berikut:

  • DO menjadi DOES
  • DO menjadi DID
Baik DO maupun DOES sama-sama digunakan sebagai auxiliary, kata kerja dan kata keterangan kualitas dalam bahasa inggris.

DO/DOES=Auxiliary

DO/DOES sebagai auxiliary digunakan dalam pola kalimat verbal simple present tense, yakni: dalam pola kalimat negative dan interrogative.

Misalnya:
Do you know me?
I do not understand this at all.

Perhatikan bahwa, penggunaan DO berbeda dengan DOES. Lihat penjelasan di Simple Present Tense.

DO/DOES=Adverb of Quality

Sebagai adverb of quality, penggunaan DO dan DOES juga tidak sama. DO digunakan apabila subjectnya berupa: I, you, we, they atau padanannya. Sedangkan DOES digunakan bila subjectnya berupa: He, She, It atau padanannya.

Contoh:
I do love you.
She does care about me.

Kedua kalimat diatas juga berlaku dalam pola kalimat verbal simple present tense.

Perubahan DO menjadi DID

Perubahan DO menjadi DID manakala kita akan menggunakan DO dalam pola kalimat verbal simple past tense. Akan tetapi, perubahan ini tidak ikut merubah fungsi dan kedudukan DID sebagai Auxiliary, Verb dan Adverb of Quality seperti pada bahasan diatas sebelumnya.

DID=Verb

Contoh:
I did the duty yesterday
(Sayalah yang mengerjakan tugas itu kemarin)

DID=Auxiliary

DID sebagai auxiliary digunakan untuk seluruh subject dalam pola kalimat negative dan interrogative verbal simple past tense.
Contoh:
(-) I did not know how.
(Saya tidak tau bagaimana caranya)

(?) Did you say anything to her last week?
(Apakah kamu mengatakan sesuatu padanya minggu yang lalu?)

DID=Adverb of Quality

Pada waktu DID digunakan seagai adverb of quality, maka kalimatnya harus berbentuk pola kalimat verbal simple past tense.

Contoh:
I did tell him something
(Saya benar-benar memberitahunya sesuatu)

Catatan:
Perhatikan bahwa, ketika DID digunakan dalam simple past tense berpola positive, maka kata kerja /tell/ harus berbentuk kata kerja pertama atau present-verb karena telah digantikan oleh DID tersebut.
Bila kalimatnya diubah kebentuk negative akan menjadi sebagai berikut:

I didn't tell him anything
(Saya benar-benar tidak memberitahunya apa-apa).

Pada contoh diatas,k ata bantu /didn't/ telah menggantikan fungsi DID sebagai adverb of quality. Negasi dalam bahasa inggris adalah absolute case (masalah yang sudah dianggap pasti).

Contoh:
I didn't know (saya benar-benar tidak tahu.)
berbeda dengan:
I didn't know yet (saya belum tau)